Rabu, 27 April 2016

pilgub



 Penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta di sejumlah partai memasuki babak baru.
Beberapa tokoh yang mendaftarkan diri telah mengembalikan formulir dan dinyatakan resmi terdaftar.
Tercatat ada empat partai yang membuka penjaringan terbuka, antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Gerindra, Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
PDI-P yang memiliki 28 kursi di DPRD DKI Jakarta seolah jadi primadona dalam penjaringan bakal calon gubernur.
Sebanyak 38 orang mendaftarkan diri untuk ikut penjaringan partai tersebut.
Para bakal cagub dan cawagub itu berusaha merebut hati Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, yang merupakan pemegang tampuk kekuasaan tertinggi.
Dari 38 pendaftar, 17 orang di antaranya mendaftar sebagai calon gubernur, 18 orang mendaftar sebagai calon wakil gubernur, dan 3 orang lainnya mendaftar sebagai bakal cagub sekaligus cawagub.
Setelah pendaftaran ditutup pada Senin (25/4/2016) sore, PDI-P langsung bergerak melakukan seleksi.
Seperti PDI-P, Partai Demokrat juga telah menutup pendaftaran penjaringan bakal cagub dan cawagub.
Ada 10 nama yang mendaftar ke Demokrat. Dari 10 nama itu, 1 di antaranya mendaftar sebagai calon wakil gubernur.
Kini, proses penjaringan Demokrat dilakukan secara internal, antara lain dengan verifikasi dan wawancara oleh tim penjaringan.
Berbeda dengan dua partai itu, PKB yang memiliki enam kursi di DPRD DKI masih membuka pendaftaran penjaringan partai.
Jelang penutupan pendaftaran penjaringan PKB pada 1 Mei 2016, sudah ada 13 orang yang mendaftarkan diri ke partai hijau itu.
Sementara itu, Gerindra sudah lebih maju dari tiga partai sebelumnya.
Sudah ada tiga nama yang akan diberikan kepada Prabowo Subianto selaku ketua umum untuk dipilih sebagai calon gubernur dari partai berlambang burung garuda ini.
Tiga nama itu adalah mantan Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Samsoedin, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, dan pengusaha Sandiaga Uno.
Menjelang Pilkada 2017 ini, para bakal calon rata-rata tidak mendaftarkan diri di satu partai. Ada yang mendaftarkan diri hingga ke tiga partai sekaligus.
Banyaknya penjaringan partai yang diikuti itu dinilai bisa menambah peluang bakal cagub/cawagub untuk lolos seleksi.
Kini, proses penjaringan mulai mengerucut pada sejumlah nama. Ada beberapa pendaftar yang dinyatakan lolos tahap pertama, salah satunya Yusril.
Nama Yusril kini di tangan Prabowo untuk dipertimbangkan bersama dengan dua bakal calon lainnya, yakni Sandiaga dan Sjafrie.
Selain di Gerindra, Yusril juga menyebut namanya akan disetor ke Majelis Tinggi Partai Demokrat yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono. 
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lungganaatau Lulung, dinyatakan resmi terdaftar dalam penjaringan PDI-P dan Demokrat.
Lulung telah mengembalikan formulir pendaftaran di dua partai tersebut. Ada juga Hasnaeni Moein atau "Wanita Emas" yang mengembalikan formulir ke PDI-P dan Demokrat.
Kemudian, Sandiaga Uno resmi terdaftar pada penjaringan di PDI-P, Demokrat, dan Gerindra. Sandiaga Uno merupakan sosok pengusaha muda di Indonesia yang saat ini terjun ke dalam dunia politik.
Salah satu penyebab seseorang ingin terjun dalam dunia politik ialah karena kekuasaan. seperti yang disebutkan oleh Harold D. Laswell bahwa suatu hubungan dimana seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan (Power is a relationship in which one person or group is able) tindakan seseorang atau kelompok lain ke arah tujuan dari pihak pertama (to determine the action of another in the direction of the former's own ends).

Para bakal calon lainya yang juga mengembalikan formulir di PDI-P dan Demokrat, antara lain Teguh Santosa, Muhammad Idrus, Idris Khalid, dan Benny Mokalu.

Sumber: Kompas, Jakarta. 

Minggu, 20 Maret 2016

DIBALIK KESUKSESAN CHINA




China (Republik Rakyat China) menjadi salah satu negara superpower baru di era ini. China menjadi perwakilan Asia yang menduduki Dewan Keamanan Tetap PBB. Selain itu, China juga merupakan negara “bernuklir” dengan memiliki tentara terbesar di dunia dengan anggaran militer ke-4 terbesar setelah Amerika, Prancis dan Inggris. Selama tahun 1980 sampai 2005, pertumbuhan rata-rata ekonomi China lebih dari 10% (jauh melampau pertumbuhan ekonomi dunia). Ini membawa China sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terdashyat di abad ini. China saat ini menduduki posisi ke-2 dalam jumlah ekspornya dan urutan ke-3 dari jumlah impor.
       Keberhasilan negara tirai bambu ini tidak terlepas dari sejarah panjang kebudayaan China yang telah berusia ribuan tahun. Sejarah mencatat kemajuan China naik-turun dalam kancah internasional. China pernah memiliki kebudayaan yang sangat maju di masa peradaban Huang Ho dan Yang Tze, serta kemajuan di Dinasti Chin. China pernah terburuk selama ratusan tahun, hingga akhirnya bangkit kembali setelah reformasi ekonomi oleh para founding fathernya. Sampai saat ini, mayoritas rakyat China menjunjung tinggi para pendiri negaranya.
       Kesuksesan  negara dengan penduduk terbesar di dunia dunia di abad 21 saat ini atas tekad dan kekonsistenan para pemimpin China dalam membangun Zhung Quo (Pusat Peradaban). Sejak reformasi ekonomi di tahun 1978, tingkat kemiskinan penduduk China turun dari 53% di tahun 1981 menjadi 8% di tahun 2001. Di tahun 2008 ini, China telah memasuki usia 30 tahun sejak reformasi ekonomi 1978 yang “mengancam” eksistensi hegemoni Barat di dunia.
Berikut peristiwa penting yang membawa kemajuan China:
 1978 : Partai Komunis China (Chinese Communist Party) meluncurkan kembali reformasi dibawah Presiden Deng Xiao Ping, dua tahun setelah pemimpin utama komunis Mao Ze Dong meninggal. China mulai menerapkan “household-responsibility system” di pedesaan, dengan memberikan hak milik produk pertanian untuk pertama kalinya.
1979 : Kebijakan “1 Orang Anak” diterapkan untuk meredam laju pertumbuhan penduduk.
Kembalinya hubungan diplomatik dengan USA.
1980 : Kota Shen Zhen Selatan menjadi kota pertama “Zona Ekonomi Khusus” dengan kebijakan pasar yang lebih fleksibel.
Dan di tahun yang sama daerah perikanan ini berubah menjadi pusat perkapalan dan manufaktur.
1986 : Aksi demonstasi mahasiswa memprotes korupsi dan pengekangan politik terjadi di Beijing dan kota-kota lainnya.
1988 : Krisis ekonomi terjadi mengakibatkan inflasi di kota-kota mencapai 30%.
1989 : Protes menentang pemerintah dan menuntut pembubaran partai berlangsung. Partai Komunis mengerahkan sejumlah kendaraan berat untuk menghentikan aksi para mahasiswa pada 3-4 Juni 1989.  Ratusan orang mati tergilas kendaraan berat di Lapangan Tiananmen, Beijing.
1990 : Bursa Saham Sanghai (Sanghai Stock Exchange) dibuka untuk pertama kalinya di China.
1992 : Presiden Deng melakukan kunjungan ke selatan China untuk mendesak percepatan reformasi ekonomi dan mengakhiri pengaruh Partai konservatif yang menentang liberalisasi pasar.
1996 : China memperbolehkan transaksi valuta asing terhadap mata uang yuan.
1997 : Deng Xiaoping meninggal bulan Februari. Penerusnya adalah Jiang Zemin.
Hongkong reunifikasi pada Juli 1997.
1998 : China mengeluarkan $ 500 milyar untuk likuidasi sektor perbankan guna menyelematkan perbankan hancur.
1999 : Bulan Mei pemprotes China mengepung dan melempar batu ke Kedutaan USA di Beijing dan kantor konsulat USA dipenjuru negara China. Protes ini berujung dari serangan bom NATO di kedutaaan China di Belgrade,Serbia.
2001 : China bergabung dengan WTO.
2002: Partai Komunis China memperbolehkan pengusaha masuk partai.
2003 : Kongres Rakyat Nasional menetapkan Hu Jintao sebagai pengganti Presiden Jian Zemin.
SARS menyebar luas di China.
Oktober, untuk pertama kali China mengirim manusia ke luar angkasa dari Gurun Gobi. (Negara ke-3 setelah Amerika dan Rusia yang mengirimkan manusia ke luar angkasa)
2005 : China menyalip ekonomi Inggris, Prancis dan Italy dan menjadikan China sebagai negara dengan kekuatan ekonomi ke-4 terbesar di dunia.
China melepaskan pergerakan yuan terhadap dollar.
2006 : 2 maha proyek kontroversial, “Bendungan 3 Lembah” dan “Rel ke Tibet” selesai.
Cadangan devisa China terbesar di dunia, mencapai US$ 1 triliun (>Rp 10.000 triliun).
2008 : China sukses menyelenggarakan Olimpiade 2008 Beijing yang terbesar sepanjang sejarah.
Keberadaan China dengan perekonomian yang tinggi tentu membawa pengaruh China pada hierarki internasional di berbagai sektor. Selain memberikan kontribusi positif pada perekonomian di tingkat global, China juga turut aktif berpengaruh pada rezim internasional yang ada. Integrasi China dalam ekonomi global dengan populasi penduduk yang mencapai seperlima populasi dunia dapat dikatakan turut meningkatkan integrasi global dalam sistem perdagangan. Pengaruh China dalam dunia global dapat dilihat dengan meningkatnya persaingan produksi barang murah oleh China yang menciptakan ketidakseimbangan dalam perekonomian global, meningkatnya harga komoditas sebagai akibat dari besarnya permintaan yang diciptakan oleh China, dan juga meningkatnya emisi rumah kaca seiring dengan meningkatnya industrialisasi di China (Golley&Song, 2011). Dalam hubungannya dengan negara lain, China memiliki cara tersediri yang tidak dapat diprediksi secara signifikan. Johnston (2013)menjelaskan secara singkat bahwa China akan cenderung mengikuti perjanjian dan hubungan dengan negara lain yang memberikan keuntungan bagi negaranya. China turut menyadari bahwa legitimasi dari negara lain akan didapatkan jika ia mempunyai hubungan dengan negara tersebut.
            Dapat disimpulkan bahwasannya China sebagai negara dengan GDP tertinggi nomor dua di dunia merupakan negara yang pernah mengalami naik turun di bidang ekonomi. Meskipun China pernah menjadi negara dengan perekonomian dan tekhnologi yang memimpin pada sekitar tahun 1200, namun China pernah pula menjadi negara yang teramat miskin di dunia karena sistem pemerintahannya yang dinilai gagal. China baru bangkit kembali mengejar perekonomian dunia pada sekitar tahun 1952 setelah memutuskan untuk meninggalkan ideologi Konfusianisme dan beralih ke Komunisme. Ideologi Konfusianisme dinilai terlalu menghalangi perkembangan perekonomian China dengan tradisinya yang kaku. Dengan Komunisme China mulai membangun kebijakan-kebijakan baru yang mendorong munculnya industrialisasi setelah setelah sebelumnya melakukan isolasionisme. Industrialisasi ini menjadi langkah awal kemajuan China yang pada akhirnya berhasil mencapai peningkatan GDP yang cukup pesat. Hal ini tidak dapat dipungkiri juga mengambil peran pemerintah dalam pembuatan kebijakan ekonomi di China. Penulis berasumsi bahwasannya peran pemerintah dalam upaya peningkatan perekonomian negara tidak dapat secara keseluruhan diabaikan. Pemerintah harus diberikan celah untuk campur tangan dalam perekonomian negara dan pasar. Sehingga keseimbangan pasar dan pemerintah akan mendorong pada kestabilan perekonomian negara.
Majunya perekonomian Cina tidak akan lepas dari tokoh Deng Xiaoping yang melakukan kebijakan reformasi dan loncatan jauh kedepan hasil pemikiran Mao Tse Tung. Deng merupakan tokoh komunis sama seperti Mao Tse Tung yang menjadi presiden namun, dalam hal ekonomi Deng adalah orang yang berpandangan “kapitalis” bukan berpandangan komunis yang Mao harapkan. Namun pada akhirnya Deng dapat membuktikan keberhasilan ekonomi Cina.

Cina yang berada di bawah kepemimpinan Mao dengan faham komunis dalam perekonomiannya, terjadi polarisasi sosial yang ekstrim antara si kaya dan si miskin. Harry Magdoff dan John Bellamy Foster, berpendapat mengenai perekonomian Cina ini, bahwa pada akhir tahun 1970-an, Cina sukses membangun struktur masyarakat yang paling egaliter di dunia dalam pengertian distribusi pendapatan dan pemenuhan akan kebutuhan dasar. Ada dua soal utama penyebab hal ini terjadi, yaitu pertama, sistem politik yang tertutup, yang tidak akomodatif terhadap aspirasi dari bawah, menyebabkan tersumbatnya inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan masyarakat. Penyebab kedua, yang berkoinsidensi dengan kebijakan politik yang tertutup, adalah situasi politik Perang Dingin saat itu.

Sebagai sebuah rejim yang menantang dominasi rejim kapitalis, Cina menerima resiko pemboikotan dan isolasi ekonomi terhadap perdagangan luar negerinya. Kondisi inilah yang memaksa Mao meluncurkan kebijakan “Lompatan Jauh ke Depan” untuk memobilisasi sumberdaya internal guna memenuhi kebutuhannya. Di samping itu, isolasi dan boikot tersebut, memunculkan perdebatan luas di kalangan internal partai menyangkut jalan pembangunan Cina yakni, antara mereka yang disebut “kelompok kiri/leftist” dengan “para pejalan kapitalis/capitalist roader.”

Selain menjalankan reformasi ekonomi, Cina juga menjalankan kebijakan membuka diri terhadap dunia internasional yang sangat mempengaruhi Cina dalam proses modernisasi. Dengan membuka diri maka Cina dapat memenuhi keperluan dalam proses modernisasi dengan jumlah besar, seperti modal, teknologi, prasarana dan manajemen modern yang lebih maju. Pada tahun 1970-an saat terjadinya reformasi ekonomi Cina juga sedang bersaing dengan negara di Asia lainnya dalam hal memproduksi barang yang pada akhirnya dapat menyatakan diri siap menampung relokasi industri- industri tersebut dan menawarkan insentif guna menarik berbagai investasi asing langsung (FDI). Semakin banyak investor datang ke China oleh karena faktor kekayaan sumber alam, upah buruh yang murah, serta potensi pasar yang besar.

Dalam hal membuka diri ini, Cina melakukannya dengan cara bertahap dari daerah pesisir ke daerah pedalaman yang terbagi dalam tiga tahap, yaitu :

1.  Tahap pertama, percobaan Special Economic Zone (SEZs) diterapkan pada permulaan tahun 1979. China mendirikan 4 SEZs di wilayah tenggara yang berbatasan dengan Hongkong, Makao, dan Taiwan. Hal ini menjadikan mereka sangat tertarik untuk menanamkan investasi.

2.  Tahap kedua, merupakan tahap membuka diri sepenuhnya dari SEZs, Cina memperluas kebijakan membuka diri ke seluruh kota-kota pelabuhan pada pertengahan 1980an, dan mendirikan 14 Zona Pembangunan Ekonomi dan Teknologi (Economic and Technology Development Zones-ETDZ), di mana kebijakan-kebijakan khusus sebagaimana diterapkan terhadap SEZs juga diberlakukan.

3.  Tahap ketiga, merupakan era WTO China masuk menjadi anggota WTO tahun 2001 yang berarti bahwa perekonomian Cina telah sepenuhnya terintegrasi kepada ekonomi dunia. Di tahun-tahun kedepan, akan lebih banyak lagi sektor-sektor ekonomi Cina yang dibuka untuk investor asing, serta meningkatnya perusahaan-perusahaan Cina yang sudah dikenal secara internasional serta siap untuk berkompetisi dengan pesaing-pesaing global di pasar internasional.

Dampak dari Perkembangan Perekonomian Cina

Dampak dari adanya reformasi ekonomi Cina yaitu meningkatnya ekspor Cina dari 18, 27 milyar dollar AS pada tahun 1980 menjadi 151, 1 milyar dollar AS pada tahun 1996, meningkat 8, 27 kali. Jumlah impor dan ekspor Cina pada 1997 mencapai 325 milyar dollar AS sehingga menempatkan Cina pada urutan kesembilan di antara negara-negara dagang yang paling berhasil di dunia.

Selain itu Cina juga sejak tahun 1980 telah menerima banyak daftar perusahaan dan kantor perwakilan asing dalam bidang perdagngan dan departemen industri. Keberhasilan yang dicapai oleh Cina bukan saja karena factor penguasa ataupun penggerak, melainkan dari diri masyarakatnya sendiri. Dapat terlihat hampir di setiap tempat yang terdapat migrant asal Cina, mereka akan menjadi seorang pengusaha atau pebisnis yang sukses. Dorongan dalam diri masyarakat Cina itu sendiri yang pada akhirnya menjadikan perekonomian Cina sekarang ini menjadi “penguasa” dalam hal perekonomian dunia. 

Oleh karena ukurannya yang amat luas dan budaya yang amat panjang sejarahnya, RRC mempunyai tradisi sebagai sebuah negara penguasa ekonomi. Dalam kata Ming Zeng, profesor pengurus di Shanghai, Dalam sebagian statistik, pada pengujung abad ke 16 sekalipun, RRC mempunyai sepertiga PDB. Amerika Serikat yang gagah pada masa kini hanya mempunyai 20%. Jadi, jika Anda membuat perbandingan sejarah ini, tiga atau empat ratus tahun terdahulu, Cina tentulah kuasa terbesar dunia. Percobaan mewujudkan kembali keadaan yang membanggakan ini sudah tentu adalah salah suatu tujuan orang Cina. Maka tidak mengherankan fenomena kebanjiran orang bukan Cina dunia yang lain mau mempelajari Bahasa Cina ini dan kegeraman Amerika dan Barat terhadap Cina secara umum terjadi pada skenario politik dunia pada hari ini.

Minggu, 14 Juni 2015

RESENSI FILM DIBALIK 98

TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (SOFTSKILL)
DOSEN: IBU METI NURHAYATI

Tugas Kelompok Menonton Film Indonesia & Resensi
2EA18
Nama anggota:
Agung Nur Prabowo (10213355)
Indri Sugiastiwi (14213407)
Jazmi Karami (14213612)
Miftahul Fauzan (15213476)
Nadiyah Haniyati Farhana (16213290)
Niken Aulia Hasanah (16213428)
Wati Mekar Sari (19213235)
Depok, Indonesia
2014- 2015
Tugas SoftSkill
Resensi Film Di Balik 98

IDENTITAS
v  Produser: Affandi Abdul Rachman
v  Sutradara: Lukman Sardi
v  Penulis: Samsul HadiIfan Ismail
v  Tanggal rilis : Kamis, 15 Januari 2015
v  Durasi: 106 Menit
v  Studio: MNC Pictures
v  Sumber: filmindonesia.or.id


PEMERAN
Chelsea Islan : Sebagai Diana
Boy William : Sebagai Daniel
Donny Alamsyah : Sebagai Bagus
Ririn Ekawati : Sebagai Salma
Teuku Rifnu Wikana: Sebagai Rachmat
Bima Azriel : Sebagai Gandung
Verdi Solaiman : Sebagai Karumga
Alya Rohali : Sebagai Mbak Dayu
Fauzi Baadilla : Sebagai Rahman
Agus Kuncoro : Sebagai BJ Habibie
Amoroso Katamsi : Sebagai Presiden Soeharto
Marissa Puspitasasri : Sebagai Lusi
Elkie Kwee : Sebagai Papa Daniel
Iang Darmawan : Sebagai Harmoko
Zulkifli Nasution :  Sebagai Saadilah Mursyid
Asrul Dahlan : Sebagai Sintong Panjaitan
Eduwart Soritua : Sebagai Amin Rais
Agus Cholid : Sebagai Ginanjar Kartasasmita
Guntoro Slamet : Sebagai Hamami Nata
Nursalim Mas : Sebagai Sutiyoso
Rudie Purwana : Sebagai Syafrie Syamsudin
Meulela Meurah : Sebagai Syarwan Hamid
Gito Juwono : Sebagai Zaki Anwar Makarim
Nugraha : Sebagai Nurcholis Madjid

Sinopsis
Kisah perjuangan keluarga dan pengorbanan cinta melewati tragedi Mei 1998.
Letnan Dua Bagus bimbang ketika harus berhadapan dengan situasi luar biasa itu. Tanggung jawab sebagai petugas pengamanan harus berbenturan dengan kewajiban untuk menjaga istrinya, Salma, pegawai Istana negara, yang sedang hamil besar. Salma terjebak dalam kerusuhan dan dinyatakan hilang. Tekanan dari  atasan: Bagus harus mengutamakan tugas dan sebagai laki-laki pantang untuk menjadi cengeng hanya karena peristiwa kecil.
Kerusuhan memaksa Presiden Soeharto pulang dari Kairo lebih awal. Pemerintah dihadapkan pada situasi yang sulit. Tokoh masyarakat dan beberapa perwakilan Ormas secara langsung meminta Presiden Soeharto mundur. Namun ia bergeming dan berencana membentuk komite dan kabinet reformasi untuk menjawab tuntutan tersebut.
Sementara itu, nasib baik enggan untuk berpihak kepada Bagus. Diana, adik iparnya, aktivis reformasi, harus berbenturan pendapat dengan kakaknya ketika mengetahui Salma kakaknya hilang di tengah peristiwa kerusuhan. Diana menuduh Bagus tidak bisa menjaga Salma. Keadaan semakin pelik ketika Daniel, pacar Diana, keturunan Tionghoa yang juga ikut berjuang menuntut perubahan, harus kehilangan ayah dan adiknya dalam kerusuhan. Bahkan Daniel hampir terjebak sweeping warga yang menyaring orang-orang Non Pribumi, yang saat itu menjadi puncak issue rasial di Indonesia. Untungnya Daniel selamat dan menemukan keluarganya lalu ikut exodus meninggalkan Indonesia.
Presiden Soeharto membentuk komite dan kabinet reformasi yang tidak mendapat tanggapan positif. Bahkan ketua MPR Harmoko meminta Presiden untuk mengundurkan diri. Selain itu ada 14 menteri menolak tergabung dalam kabinet reformasi.
Salma terselamatkan dan dibawa ke sebuah rumah sakit. Di saat detik kelahiran anak pertamanya, Bagus dan Diana menemukan Salma. Bayi yang mereka nantikan dilahirkan.
17 Tahun berlalu. Daniel kembali ke Jakarta dengan membawa abu kremasi ayahnya. Ayahnya ingin beristirahat untuk selama-lamanya di tanah kelahirannya itu. Daniel menemukan Diana. Keduanya masih memiliki semangat yang sama untuk melanjutkan semangat reformasi.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan
Film Di Balik 98 pada adegan diskusi Presiden Soeharto dengan Wapres BJ Habibie atau dengan Mbak Tutut maupun Pak Harmoko. Semua tersajikan secara detail, seolah itu menjadi cerita utama. Menjadi kelebihan karena peristiwa-peristiwa itu dimainkan secara apik pula oleh para aktor senior yang memerankannya.

Kekurangan
 Film Di Balik 98 ada pada scoring film itu sendiri. Beberapa lagu maupun musik yang dipilih terdengar tidak begitu sesuai dengan adegan yang sedang berlangsung. Ada pula iringan yang terdengar terlalu menggebu sehingga menutupi dialog dari para pemain. Singkatnya, pembangunan emosi penonton akhirnya terpengaruh oleh ketidaksesuaian scoring.

PENDAPAT KAMI
Film ini mengingatkan kita kembali pada tragedi 98 yang terjadi pada masa lalu, bisa dibilang masa lalu yang kelam bagi bangsa Indonesia. Terjadi pada mahasiswa yang sampai di masa sekarang jika  ditanggal yang sama kebanyakan mahasiswa #MenolakLupa pada tragedi mahasiswa TRISAKTI yang meninggal pada tahun 98. Di film ini banyak pemain yang sangat berpengalaman dalam berakting sehingga dapat membawa karakter masing – masing pemain sangat mendalam. Suasana yang diciptakan dan atribut yang digunakan sangat mendukung seperti kejadian yang aslinya pada tahun 1998. Film ini layak untuk di tonton untuk semua usia, dikarenakan film ini memberikan sejarah yang pernah terjadi pada masa lalu. Itinya film ini adalah film yang sangat bagus.

Sumber:


 *      Catatan:
Dikarenakan waktu film di rilis kami tidak sempat menonton bersama di bioskop, maka kami hanya bisa menonton film di kelas dan inilah bukti foto kami di kelas